Halo... kamu siapa ya?
Halo.. nama saya Rheza, cowo kasep 28 tahun *alah*, pada tahun 2010 bulan Mei silam, saya resmi didiagnosa sebagai pasien Alveolar Soft Part Sarcoma (ASPS).
Semejak itu saya sudah operasi kecil angiography, operasi embolisasi 7 jam, dan operasi kepala pengangkatan tumor 2 kali..
Apa itu ASPS?
ASPS adalah kanker sarcoma yg sangat2 langka, sangat2 langka sampai rs kanker nasional Dharmais pun claim belum tau cara pasti untuk menghandle jenis kanker saya. ASPS adalah kanker yang resistant chemo dan radiasi, jadi sejauh ini secara medis belum bisa disembuhkan (secara medis loh... dalam Tuhan tidak ada yg mustahil). Kondisi kanker saya singkat cerita sudah stadium 4 lanjut dengan penyebaran di 4 lokasi.
Kenapa kamu tulis note ini?
Saya mau berbagi dan bersaksi, mudah2an menjadi berkat dan kekuatan buat orang yg baca.
Loh? bersaksi? bukannya kamu belum sembuh? malah denger2 akan diamputasi kaki kanannya kan?
Nah! Waktu itu saya dibawa sama temen saya Kevin dan didoakan oleh Pendeta Riza, waktu itu dia bilang kalau saya BISA bersaksi walau belum sembuh.. Itu yg saya coba lakukan sekarang.
Oooo gitu toh.. wah jadi penasaran.. Cerita donk kl gt..
Hahaha.. ok.. kali ini saya mau menunjukan apa LAGI yg kanker sudah ajarkan saya, saya pernah tulis note serupa yg ternyata menjadi berkat buat banyak orang tanpa saya sadari ~amin~.
ceritanya saya potong supaya ga bosen ya..
Pada bulan November 2010 silam saya mendapat berkat / sponsorship dari tante saya (saya manggilnya anti pon [Auntie Voni] untuk check-up ke Singapore, atas saran dokter onkologi saya yg sangat sabar dan sangat mendengarkan Dr. Els Anggraeny. Disana banyak info2 baru yg saya dapat yg sangat membantu. Disana juga saya mengalami saat saat yg sangat sangat depresif dan sangat2 menjatuhkan semangat hidup saya. Saya sempet menumpahkan emosi saya di Facebook yg menunjukan kalau saya menyerah dan memilih untuk 'diangkat'.
Kok bisa sebegitunya? apa yg terjadi? Setau saya kamu orangnya sangat2 positive minded dan sangat2 ahli menangani stress??
Pada hari itu, saya check-up ke dokter dimana saya mendapat info2 yg sangat membantu, SEKALIGUS juga kenyataan yg sangat pahit. saya mendapatkan fakta kl penyakit saya secara medis sampai saat ini tidak bisa disembuhkan, karena penyakitnya sangat2 langka, dan belum ada obat yg bisa membunuh sel ASPSnya (yg saya minum sekarang adalah obat kanker ginjal karena tidak ada obat kanker ASPS di dunia ini). Diikuti lg kabar kalau lutut kanan saya sudah hancur. Untuk bisa jalan lg solusi terbaik adalah amputasi diikuti pemasangan prosthesis leg (kaki palsu), atau penggantian tulang dengan platinum yg merupakan pilihan saaaaangat mahal, rumit, sakit, tidak kuat, dan tidak sebersih amputasi.
Malamnya, sewaktu saya berjuang untuk tidur, tumor humerus kiri mendadak sakit.. diikuti sakit kepala yg sangat2 sakit.. disitulah di saat saya kesakitan yg amat sangat, diikuti dengan pikiran2 tidak bisa sembuh dan amputasi.... saya menyerah... saya berseru berulang2 dalam hati 'Tuhann kalau Kau sayang saya TOLONG dan saya MOHON angkat saya untuk mengakhiri penderitaan ini'... Malam itu merupakan hari yg sangat2 panjang dan tidak terlupakan deritanya.
Besoknya, lagi2 kepala sakit... kali ini lebih parah! saya sampai epilepsi, kejang2, sambil teriak2 kaya yg kesurupan dan diikuti dengan lupa ingatan. Tidak percaya? Tante Sumi yg merupakan apartement room mate saya menjadi saksi (akan saya tag untuk mengkonfirmasi). Ambulans datang dan saya dirawat di Rumah sakit dan didiagnosa penyebaran tumor di otak. Saya shock.. Waduh, 4 aja blum beres tambah 1 lagi? Tambahnya jg dilokasi yg mengancam nyawa? Yah.. berusaha tegar aja deh.. Saya uda siap diangkat kok..
Bro... tegar banget ya kamu?
Itu bukan tegar.. tapi nyerah.. pasrah.. drop.. down.. kecewa.. hahaha.. menyedihkan sangat bukan..?
Trus kesaksiannya mana?
Bgini, kesimpulannya saya sudah menjelaskan kalau saya sempat drop/down (menurut saya, yg saya alami termasuk berat... Iya kan ya?), kejadian ini bisa terjadi juga ke kamu, maksud saya BUKAN PENYAKITNYA, tapi kondisi drop/downnya. Entah kecewa sama anggota keluarga, diputusin pacar, masalah finansial, kehilangan orang yg dicintai, stress kerjaan dan banyak lg kondisi yg lainnya. Pertanyaan yg biasa muncul pertama kali biasanya "MENGAPA Tuhan memberi pencobaan ini terjadi terhadap saya?". Banyak jawaban yg muncul, tapi jawaban yang paling tepat buat saya, saya dapet dari teman saya Viranda. Tar pipis dulu.. :D
YEEEEE malah pipis.. cepet atuhh...
Im backkkk! Apa td pertanyaannya?
Jadi? MENGAPA Tuhan memberi pencobaan ini terjadi terhadap kita?
sebenarnya pencobaan TIDAK PERNAH datang dari Tuhan. Pencobaan datang dari iblis. Tuhan yg merupakan figur Maha Kuasa dengan mudahnya bisa menepis pencobaan yg dari iblis seperti membalikan tangan.
Trus? Mengapa Tuhan yg sayang kita membiarkan pencobaan ini terjadi??
Inget ini... ---> karena Tuhan TAU kl kita BISA MELEWATINYA! <---
Tapi ini terlalu berat!
Yap... itu yg saya rasakan.. Terlalu berat.. Bayangin, secara jasmani saya menderita, pulang dari Singapore, saya makan obat dimana efek sampingnya cuma bisa bikin saya makan bubur TIAP HARI.. Batuk darah 2 gelas sampai akhirnya dirawat di rumah sakit, bokong lecet sampe nangis2, berdiri ga bisa kaki udah rusak, duduk bokong lecet, tidur tgn sakit, kl batuk juga destruksi tulang di tangan sakittttt banget... tiap saat begitu.. Belum lagi operasi2 yg harus saya jalani. Amputasi 2 minggu lagi, diikuti penyedotan abses di otak, tangan kiri jg, blum tgn kanan, paru2 yg hrs dirawat, makan yg membosankan, konsumsi obat yg berefek samping harus saya konsumsi seumur hidup,dll.. BELUM lg secara pikiran dimana saya tidak bisa pergi2, nongkrong sama teman, dan bekerja. Mungkin buat kamu bisa diatasi, tapi buat saya TERLALU BERAT.
Terus bagaimana kamu atau saya melewati pencobaannya?
Saya BELUM melewatinya kok.. tp saya PERCAYA kl saya/kita BISA MELEWATINYA. Saya ulangi... Kita BISA MELEWATINYA... Saya bertahan, tidak berhenti berharap, tidak berhenti percaya, tidak berhenti bersukacita.
Saya malah dalam kondisi ini merasa sangat diberkati loh. Tuhan kasih saya support yg BESAR dari saudara dan teman. Sangattt besar yg membuat saya bersyukur walau lagi dalam pencobaan yg buat saya sangaaat berat melawan penyakit ini.. Smuanya semangat dan tulus buat saya yg bikin saya sadar kl saya beruntung disayang banyak orang. disayang banyak orang itu PRICELESS !:D
Dengan menjalani pencobaan dengan iman, sukacita, pemikiran positif, percaya diri dan semangat pantang menyerah, saya merasakan bedanya. Semua lebih ringan terasanya, membuat kita yakin kita BISA MELEWATINYA. Amputasi? ga takut.. malah ga sabar. Kl saya diamputasi, dalam 4 bulanan mendatang saya bisa jalan lagi loh pake kaki palsu. ASYEEEKKKK! Mudah2an bisa jadi best man adikku married Agustus mendatang. Saya pengen pake jas putih, dasi tipis hitam dan sepatu mahal jalan di hari bahagianya :D ~amiennn~
WOW... Kamu terlihat semangat sekali? kayanya saya mengerti maksud kamu deh...
Bagusssss kl kamu mengerti.. Coba kesimpulannya jadi apa?
Kesimpulannya : -Tuhan tidak akan membiarkan pencobaan atau masalah yang diluar kemampuan kita, yakin dan percaya kalau KAMU BISA MELEWATINYA. Jalani pencobaan dengan semangat, sukacita, dan semangat. Tanpa disadari ada berkat atau pelajaran yg terselip dibalik pencobaan yg kita hadapi-
Yup! beeeetul sekali.. Skalian saya tambahin.. Smua pengharapan, semangat, dan sukacita yg saya dapatkan sekarang sudah keliatan donk datang dari mana? Yup smua karena ikut campur tangan our ALMIGHTY GOD. Kl saya yg dalam kondisi bgini bisa bersukacita, knapa kamu tidak?? Jangan mengeluh, masih banyak yg lbh menderita dari kita...
Wah wah thanks ya atas sharing ato kesaksiannya... Bagaimana cara saya berterimakasih sama kamu?
Itu tujuan saya. Saya mau buat note yg mudah2an bisa menguatkan yg bacanya. Merasa note ini ada gunanya? Mau berterima kasih sama saya? Cukup sebarin note ini ke banyak orang (link note di bawah).... Di facebook, blog, broadcast, apapun itu.. dengan begitu berkat saya berlipat-lipat, sama minta doanya... itu yg penting.. Thanks yaa.. :D
OK Bro, saya tunggu note selanjutnya ya..
yappp.. Makasih Udah baca yakkk.. byeeee!!!
3 Maret 2011
Folow me on Twitter : @GaYoT
I'm Rheza, a cancer patient (Alveolar Soft Part Sarcoma) stadium 4 with metastases on my left humerus, right humerus, lung, and calf. I wanted to share, what cancer has taught me.
Lesson 1 : Cancer taught me to RESPECT my family
When I need to go for check up, radiotherapy, or ANYTHING else, my dad would drive me. When I was unable to use my hand to eat, my sister helps me eat, drink, and consume medicine. When I was going to face my big surgery, my brother flew thousands kilos to support me, we spent hours talking about our favorite games and it helped me to pass those painful days. What about my mom? she practically does everything! Helps me bath, helps me wear my clothes, massage my arms when it's in pain, pray for me, and the list goes on.
So.. please, don't ever hate your family member because of stupid things like "my dad won't buy me car", "my sister is so noisy", "my brother is selfish", or "my mom is so strict". RESPECT them, because they do so much in your life. How do I know that? Well Cancer taught me.
Lesson 2 : Cancer taught me to TREASURE my friends and relatives
They pray for me, they cry for me, they visit me, they treat me food that I like, they pick me up, they take me into the movie, they send me home, they scream "Yot, get well soon!", they find me best medicine alternatives, they make me strong, they helps their best financially, they walk beside me afraid I might collapse, they make me laugh, they make me forget that I'm in pain, THEY ARE MY TREASURE. How do I know that? Well Cancer taught me.
Lesson 3 : Cancer taught me to VALUE my life
How I miss dancing, how I miss partying, how I miss having casual drink, how I miss breathing easily, how I miss hanging at the games centre, how I miss driving, how I miss working, how I miss lifting my hands, how I miss walking around the mall, how I miss running around, how I miss to eat anything I like, how I miss playing guitar...
I'm saying this not because that I'm upset of my current condition. I'm saying this to let you know... HOW VALUABLE you current life is. So STOP frowning, STOP complaining, STOP sighing. Give thanks you can dance, you can breath, you can party, you can walk around the mall, you can study or work and so and so. Value your life! How do I know that? Well Cancer taught me.
Lesson 4 : Cancer taught me to be STRONG and NEVER GIVE UP
When I was first diagnosed as an ASPS patient, the world seems to collapse, it was so rare that so far no Indonesian doctor knows the disease, I couldn't help wondering about my future. Can I have a family? How long will I live? Am i going to suffer this pain endlessly? It seems that I can't make it, it seems that I'm not strong enough.. Well I had experience PAIN, being HOPELESS, and being WEAK.. I've been through them, it make me STRONGER. Now I'm not afraid of my disease, I will not give up, I've been through hell and I keep walking. Now that my condition is getting better, being strong and never give up had really paid off! How do I know that? Well Cancer taught me.
Lesson 5 : Cancer taught me to STRENGTHEN others
If you ask me, what helps me cope with this disease? My answer would be people surrounds me. My family, my friends, my relatives. They never stop strengthen me, they are the reason I keep smiling, they are the reason I keep fighting, they are the reason I keep enjoying this live. I'm so thankful having them to strengthen me. Those are the reason why I'm writing this note.. to share and strengthen You guys.
Enjoy life, don't frown, don't complain, living life to the fullest, living life as large as you can, BECAUSE LIFE IS BEAUTIFUL. How do I know that? Well Cancer taught me..